Selamat Datang di Blog Andi Rachmat www.puantamanipi.com

PUANTA MENRA PENDEKAR MANCAK (II).

Senin, 02 Juli 20120 komentar


(Sebuah cerita fiksi, nama orang dan semua isinya karangan belaka)


Palambaranma Menra merupakan anggota perkumpulan seni bela diri mancak. Menrah mengasah keterampilan mancaknya di sebuah Perkumpulan bela diri. Namanya Padepokan Arango. Menrah dikenal sebagai murid yang patuh terhadap gurunya. Tekun dan rajin berlatih setiap harinya. Tidak heran jika dengan cepat dia bisa menguasai semua jurus jurus mancak.

Dia sangat menghormati suhu mancaknya itu. Begitupun suhunya yang sangat menyayangi muridnya yang satu ini. Salah satu ciri khas Suhunya adalah selalu tersenyum setiap kali bertemu dengan seseorang, termasuk dengan yang belum dikenalnyapun. Ini tentu saja sangat berbeda dengan Pamancak yang lain yang kebanyakan memelihara kumis panjang melintir ke atas. Melihat kumis saja nyali kita bisa pada keder. Untung jaman dulu belum tersedia kacamata hitam di Kampungnya Menrah. Kalau saja sudah ada tentu para Pamancak itu bisa dengan santai berdiri di pinggir jalan sambil bergaya melirik perempuan lewat tanpa diketahui oleh yang bersangkutan.

Bedanya lagi dengan pamancak yang lain. Kiko. Sang suhu mancaknya Menrah. Jangankan keder, anak anak kampung seringkali mempermainkan dan mengolok oloknya. Sebabnya, cara bicaranya yang khas menggunakan bahasa isyarat sebagai orang bisu. Bahkan murid murid Kiko sendiri tak sedikit yang suka mengejek-ejeknya. Terutama murid-muridnya yang kurang serius mengikuti latihan.

Dimata Kiko. Menra adalah orang yang sangat cerdas dan punya bakat luar biasa dalam mempelajari mancak. Semua jurus jurus yang diajarkan dengan cepat bisa dia kuasai. Itulah sebabnya dia kelihatan menonjol dibanding dengan murid murid yang lain. Karena bakatnya itu pulalah sehingga Menrah mendapatkan pelajaran jurus-jurus inti sebagai tambahan. Jurus inti tidak sembarang orang bisa memiliki. Orang tertentu saja yang bisa mempelajarinya. Belajarnya pun di tempat khusus dan tertutup. Boleh dikata jurus inti ini sangat rahasia dan tidak sembarang orang diajarkan oleh Kiko. Tentu hanya kiko yang tahu murid murid mana saja yang pantas menerima jurus rahasia ilmu mancak.

Kembali kepada jalannya pergulatan wanita misterius dan Menrah. Di selah-selah waktu pertarungan, Menrah masih berharap wanita itu berhenti menyerangnya.
“Tabe Puang, hentikanki seranganta, saya ini …..??!!" Teriak Menra dengan suara keras. Namun wanita itu rupanya sedang dalam emosi yang meluap penuh. Sehingga sedikitpun tidak memberikan kesempatan kepada Menrah untuk bertanya. Dan wanita itu kembali menyerang. Sebuah tusukan tongkat ke arah mata Menrah. Wanita ini tampaknya tidak main main untuk mencelakai Menrah.

“Hiiaattt..!!!" Menrah memiringkan sedikit kepalanya ke kiri menyusul sebuah tusukan tongkat melesat kencang disamping telinganya. Seekor nyamuk yang sedang menggigit telinga Menrah mengalami nasib sial menjadi remuk redam terkena ujung tongkat sang wanita. Untung saja karena kali ini Menrah dalam keadaan lebih siap.

“Menghadapi wanita kalap ini saya harus berhati-hati” batin Menrah. "Orang ini sepertinya tidak bisa dikasih hati. Serba tanggung. Mau dikasih jantung..? Percuma. Andai wajahnya mirip Jupe, dikasih apapun bolehlah" lanjut Menrah membatin. Batin Menrah melayang-layang membayangkan kemolekan tubuh wanita cantik penyanyi kampung. Saking asyiknya berkhayal sehingga sebuah serangan susulan hampir saja mengenai wajahnya.

“Hiaaat....sret..sret..!!!!” kali ini Menrah tidak tinggal diam. Begitu mendapat serangan, Menrah dengan lihai memiringkan sedikit badannya ke kanan. Kaki kanan ditarik agak ke belakang, Tangan kiri bergerak ke bawah di samping perut. Sementara secara bersamaan tangan kanan dengan posisi jari jari tertutup rapat menyodok ke depan. Sambil memutar lengan tongkat wanita tertepis dan secara bersamaan Menra mendobrak dengan kedua tangannya. Tak ayah lagi wanita terlempar ke belakang. Begitupun Menrah yang juga terlempar ke belakang.  (bersambung)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Andi Rachmat - All Rights Reserved Proudly powered by Blogger
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com